Back to BALI - March 1, 2008

Akhirnya yang dateng juga nih hari. Duh, sempet tercetus kalo kita ga bakal bertahan satu hari lagi di Lombok nan sepi ini. Situasinya mungkin beda kalo kita bisa mampir ke Gili hehehe. Anyway, for you guys out there, who’s looking for serenity.. ke Lombok aje deh. Yakin pasti damai, ga ada macet, ga ada orang selip2 sana sini, paling Cuma preman aje hehehe. Anyway, it is such a nice place though. Too bad we’re not able to find cowo ngganteng selama disana.. hiks.

Lombok Taxi (BlueBird Group, ih penting banget ga sih nih informasi??) yang kami order semenjak malam hari belum menunjukkan batang hidungnya. Alias bemper depannya. Setelah menelpon ke Lombok Taxi ternyata taxi yang kami pesan baru dalam perjalanan. Sempet rada panik, kok bisa2nya pesenan tadi malam bisa baru dikonfirmasi pagi ini..“what the tiiit” sejenak kami menarik napas.. dan mulai sadar kalau ini bukan di Jakarta. There’s no traffic, no stupid or broken red light, this is Lombok. Well we’re starting to smile again.

Eight o’clock sharp, the taxi arrived. U can’t believe how happy I am. Not only the anxiety of spending Holiday in Bali, I’m also going to meet my old friend that happened to be in Bali for Vacation after a long hell day of working.

This is where the story begun. After saying SAYONARA to the lovely family, we began our trip to Lembar Bay. The taxi driver seems to be quiet. Well no need to argue with him anyway. He drove well with a reasonable speed. We simply can’t shut our mouth. Words are floating like water.

Excited is so in to us. That’s when the taxi driver start to speak. He told us about the beauty of white cows, the story of Princess Mandalika and how the celebrate Nyale Bau every year. Karapan Sapi yang ternyata sering juga di lakukan oleh warga Lombok. Sempet bersukur kemaren make jasa Guide. Jadinya ga bego2 amat hehehe. Si pak supir juga menjelaskan tata cara memasuki pelabuhan dan cara menjaga barang2. Bayangin aja, calo merajalela di pelabuhan. Sempet shock banget, ga nyanka kalo seheboh ini. Untungnya the kind hearted taxi driver has worned us about that.

Waktu berjalan cepat. Ngga nyangka kita sudah sampai dipelabuhan. Kapal kedua sesuai informasi dari ASDP, dijadwalkan akan berangkat jam 9.30pagi. Teringat dengan informasi dari bapak supir taxi, sesaat ketika taxi mendekati pelabuhan aura percaloan sudah terlihat jelas. Memasuki pelataran pelabuhan, kita diberhentikan dengan secara asal di halte bayangan, dengan alasan membayar uang masuk sebesar Rp. 1000. Maksud hati untuk membayar tiket masuk yang tidak resmi, eh kita malah dikasi tiket lain (tiket kapat) seharga Rp. 30.000. Suer, kita ga tau karena tiket itu dimasukin secara sengaja ke tangan kita. Untungnya kita secara cepat tanggap menolak dan mengembalikan tiket tersebut.

Deg2an terus melanda kami, sesampainya di pintu gerbang pembelian tiket, pihak penjual masih sempat mengajukan beberapa pertanyaan yang sifatnya bercanda. Aduh.. lagi ga banget nih moodnya, cape deeh! Pake nanya “pulang ke Bali mau nyepi ya mba..? Habis liburan ya mba?’ ya gw dengan senyum simpul ga penting hanya mengiyakan..! Bener2 ga bisa konsen sama yang namanya pertanyaan dikarenakan kita masih harus berkutat dengan waktu yang semakin sempit. Ga mau deh stay longer di lombok. Akhirnya, kebeli juga tuh tiket. Supir taxi memberikan aba2 untuk bersiap2 keluar mobil dan baru akan mebuka bagasinya setelah kami berada tepat didepan bagasi mobil. Dan ternyata kebukti semuanya, sebelum bagasi kebuka.. semua orang udah berkerumun menawarkan jasa untuk membawa koper. Aiiiz… kita tetep kekeh dan bilang “terima kasih pa, tidak usah”. Kita ga mau kejadian di Ubung terulang kembali hehehe.. sok jutek, eh malah di omelin hihihi. Kita bergegas membawa koper2 super kita menuju pelabuhan.

Damn, waktu telah menunjukkan pukul 9.15pagi. wah bentar lagi nih. Secepat kilat kita bergabung dalam antrian.. o iya ada nyank lupa. Sewaktu berjalan menuju kapal laut, ada seseorang berpakaian persis seperti pegawai pelabuhan (abu-abu). Dia tiba2 meminta tiket kita dan bloon nya gw kasih tuh tiket, soalnya seragamnya sumpe deeh mirip banget. Trus, gw baru sadar ketika gw ngeliat sepasang petugas asli berkacamata hitam berdiri manis pura2 tidak melihat kejadian tadi.. walaaaaah!! This is a fuckin’ conspirasy. Eits.. this false guy wont get away so easily!! I asked him where the other part of the ticket. And he says.. “its okay.. you just go into the ship..” and I repeatedly said.. “where is the other part”. Situasi agak memanas dan gw ngomong rada kenceng sambil melotot hehehe (aaih sinetron banget ga sih gw…) Gw tau.. tuh tiket bakalan dijual lagi sama para khalayak sebagai tiket percaloan. Sial yaa.. mereka bisa mendapatkan keuntungan lebih. Hiiih no wonder there’s panic in the industry.. I mean please (ngutip lagunya Britney – Piece of Me).

Petugas lapangan sangat berperan dalam pemupukan bakat korupsi.. hidup Indonesia. Anyway, kembali ke petugas palsu itu.. akhirnya dengan muka memelas dia robek tiket itu dan memberikan potongannya ke gw hahahahaha.. I won!!!! Hm, u don’t know who u are dealing with! Kejengkelan tidak berhenti sampai disitu. Kita harus menunggu satu jam lagi untuk bisa masuk kapal. Dan percaya gaaa.. kapal baru berjalan pada pukul 11.30siang!! Damn.. we should have taken the earliest boat, so we don’t have to waste our time in this so called place.. to watch all the unjustified action, blackmail, corruption, conspiracy, beggars, singers (asking money in a forcible way), huuuuh.. different an loco kind of people. They must have been very stressed out with the reality. Poor them…

1 Comment »

  1. arik Said,

    November 2, 2008 @ 9:06 am

    huaaaaah…Anda seorang pencerita yang bagus. Love it…ini lagi baca sambil kejar deadline. Thx ya buat tulisannya. Sangat menghibur.

RSS feed for comments on this post

Leave a Comment