Archive forMay, 2007

Then Jogjakarta..

Sorry, nulisnya kindda step by step oo baby dot com neeh..! Anyway, we’re on our way to Jogjakarta. Selain antusiasme yang berlebihan pengen naek becak, hotel buat tidur juga merupakan hal yang sangat luar biasa.. secara ga bisa selonjor for the passed 2 days..

Sekitar jam 7.30pm kita nyampe di DIY Jogjakarta, berasa ada backsound neh.. gw ma anak2 jombloers dah planning buat jalan2 makan di Malioboro and sekaligus tebar pesona diikiiit..hehehe!

Mandi berasa surga, pengen lama2 cuman rasa sok petualang gw lebih parah. Setelah telpon sana-sini kita akhirnya berangkat. Rencananya sih pengen makan di tempat sodaranya temen gw "Perjuangan Hidup" and i’ve to tell u this.. our journey was a really perjuangan hidup.

Starts when we decided to take a becak and headed to malioboro. Thousands time I told the becak driver to go straight to Malioboro, then he started to make excuses and take us to places where only God knows where. The situation was dark and we really dont know the situation.. halaah. Practically we’re blind, then the becak driver took us to the Dagadu.. I repeatly spoke, we don’t want to go shopping, we just want to eat. He consistantly speaks "tenang bu, ntar juga temen2 nya ke mari". Dan dia BENAR.. ternyata tuh tukang becak telah berkonspirasi dengan sesama becak dan juga penjual baju. I hate to say this, cause it kindda harsh but its true.. the becakers are all PENIPU..!! Gila penipuan berskala internasional.

Setelah gw cuekin tuh kios, i ask the becak driver to go straight to Malioboro, though he keep saying that other places also offers the best menu in Jogja.. yeah "eat my a**". Ternyata nyampelah gw di Malioboro, langsung jalan ke tempat yang ingin gw tuju.. pada saat itu gw jalan bareng Marry, Ade, Ntin and Yuli + Husband. So practically we go as a group. The whole point of wisata kuliner adalah mencari makanan dengan tenang dan sepenuh hati, cuman itu enak dilakukan kalo kita sendiri ato dengan orang2 yang mempunyai ambisi yang sama dengan kita (halaaah.. ambisi "yo opo rek.."). Yuli + Husband dah craving for the food while "Perjuangan Hidup" masih di ujung sana.. akhirnya gw sacrifice my eagerness to eat at that place and went to the nearest ‘Lesehan’ instead.

Pertama kita order ayam -> kata penjual "Ga ada".. ya udah pesen Burung Dara ajah dah..nyum..!! Rada keras, cuman enak sih.. sambelnya juga lumayan. Cuman setelah gw take a good look ke sebelah2 gw, kok pada makan Ayam..lha katanya ga ada.. What!! Ternyata ini kota penuh dengan persekongkolan ya.. mentang2 kita ga ada yang bisa bahasa jawa langsung ditipu mentah2 ampe2 gw bayar makanan Rp. 22.000,- (include 10% tax). Ga konsen ke harga sih (you know i’m well afford) tapi caranya yang kaya a**hole.

We decided to go straight home. Me still hanging with the same becak, while ade and Ntin search for the new one. The first becak decided to break the contract. (soalnya mereka sempet agree to be paid Rp. 10.000 return, Hotel - Malioboro - Hotel). Nah setelah mendapatkan becak baru, kita suru tuh becak ngikutin becak kita. Tapi ternyata ditengah jalan mereka menghilang.. dan itu semua trick murahan yang dijalankan oleh si tukang becak untuk mendapatkan extra money.. could you believe it.. so much for the Jogja City.. duh pak sultan tolong di urus dunks..!!

The next morning, the schedule will be Parangtritis and Borobudur. Early morning dah bangun and mau start sarapan. Ada missed information, katanya sarapan jam 7.30am, tapi ternyata berangkat jam 7.30am. Gw dan anak2 dah mesen mie.. duh.. pengennya sih dibawa ke Bus, cuman ga dikasi sama petugas hotel.. (duh emang mau dibawa pulang apa tuh mangkok..). Dah sebel ga ketulungan, kita minta tuh Tukang Hotel untuk bawain mie kita ke kamar.. and we paid the bill.

Laper emang bikin mood ga enak, bawa’annya mau marah aja (sekarang gw tau knapa HULK bisa berubah). Aniwe, untung kita mau ke pantai, ga papa deh.. pantai gitu lho. Tapi ternyata apa yang gw temui..ZERO alias Ga ada apa2 alias kosong. Yang ada hanya reruntuhan gubuk2 dan pasir hitam legam. Daerah sekitar juga amat ga keurus.. duh  i feel so sorry buat nih pantai. Bener2 ga seperti apa yang diliat di tipi and gave up my Rp. 8.800,- noodle for this.

Hush, kerasa egois banget ya mikirin perut mulu, cuman emang begitu keadaannya. Kaya the lost city, dan kebetulan ombak emang lagi pasang jadi.. what a view.. parah!

Bos gw finally decided to go back to the hotel untuk siap2 check out jam 12.00pm nanti dan setelah itu acara diteruskan ke malioboro dan bakpia patuk 75.. biasalah acara BELANJA!

Gw nongkrong sambil makan mie di kolem renang, sambil mikirin tentang penipuan2 yang kita alami semalem.. dan berharap mudah2an ga ke ulang. Rasanya pengen lebih lama di Jogjakarta, rada curious sama sindikat becak tapi ya udahlah.. maybe next time i’ll concouer this so called city!

Berangkat ke borobudur berasa lama, mata dah sepet banget. Hujan mengguyur sebagian Jogja dan itu sekaligus membantu mata gw buat nutup lebih rapet lagi.. duh mimpi makan es krim!! Teeet, dah nyampe.. BOROBUDUR.  Tiket kereta kita beli dengan harga Rp. 3.000,- dan itu yang mengantar kita masuk ke pelataran Borobudur. Naik2 ke puncak borobudur ternyata keren.. banyak bule (eits pemandangannya juga kok hehehe). Teteup semangat poto2 dan setelah puas kita turun.

Ternyata jalan turun tidak sama dengan jalan kita naik. Well secara tuh tanda dah di printed dengan sangat baik akhirnya kita ikuti itu jalan. Sampe pada saat ketika bertemu dengan papan tanda "KELUAR/ EXIT".  Sempet wondering kok pintu keluarnya kayanya beda ya, lebih sempit tapi ya udahlah. Mau tau apa yang gw temui dibalik pintu keluar itu?? PASAR! Yeah ladies and gentleman.. sebuah pasar yang menyerupai labirin.. kaya ga ada ending nya. Tjapek banget..muter sana, muter sini dan ga abis2. Setelah kita keluar ternyata itu belum sepenuhnya keluar, kita harus meneruskan setengah perjalanan kita ke pintu keluar yang SEBENARNYA.  Bisa dibayangin gimana keselnya gw. GOD.. even tempat wisata penuh dengan cheap trick. Dengan kata lain kita "DI PAKSA" untuk muterin tuh pasar dimana sebenarnya hal itu "GA PERLU".

So much with Jogjakarta, i had enough.  The people not so friendly, i even can say a lil’ rough not mentioning the conspiracy theory that they’ve well develope. Congrats.. u have succeded to make me sick!

Deeply apologize for my outspoken words.. but i just trying to tell my story nothing else. Hope no one was being injured hehehe..

Then off we go to the lovely Green Canyon!!

Comments

Dieng, Jogjakarta, The Green Canyon, Pangandaran

Prologue: Sebenarnya perjalanan gw kali ini adalah outing bareng perusahaan gw “PT. SEDANA PASIFIK SERVISTAMA” (sekalian gw promosi’in dech..) tapi teteup, sebagai seseorang yang berjiwa petualang, meskipun tuh perjalanan bisa dibilang santai dan enak, (karena most of the fee ditanggung ma perusahaan) tapi tetep pastilah harus ada yang bisa diceritain..

Pusat Perniagaan ITC Roxy Mas Blok C-2 No. 10, siang hari tanggal 16 Mei 2007. Keadaan sudah mulai kacau, kayanya semangat untuk kerja dah ga ada lagi.. bener2 ga sabar untuk bisa JALAN-JALAN.  Para mothers dah sibuk ngurusin anak mereka (secara ini outing plus gathering..so children are welcome). Para fathers sibuk nge-jemput their beloved wife and children.. such a view. And me.. still busy taking step around four and second floor..fiuh what a day.

Akhirnya nyampe juga di jam 4.00 pm.. duh senangnya!! Duh ga percuma bela-belain beli celana pendek di metro mall..(halaah). Perlu diinformasikan bahwa ini perusahaan masih menyimpan beberapa harta karun yang belum terjamah lho, alias JOMBLOERS.. cie, yaitu Gw, Mary, Christine, Ade Erma, Rokky Boy, Dede the Jack and Acoy.

Anyway, akhirnya setelah melakukan beberapa ritual, tepat jam 5.00pm kita berangkat menuju Dieng Plateau alias Dataran Tinggi Dieng. Katanya di tempat ini hawa dinginnya bisa melebihi Bromo (em, perhaps ya bow, secara gw belon pernah ke Bromo hehehe.. soon). Dan menurut informasi dari the Tour Guide (yang namanya akan gw informasikan beberapa saat lagi), pada bulan juli, tingkat suhu di Dieng bisa mencapai 0 (nol) derajat.. bahkan minus, makanya dibeberapa tempat, tanaman cenderung di plastikin u, soale air hujan bisa berubah menjadi es joo… Bisa dibayangin dunks apa akibatnya kalo meludah sembarangan.. bisa-bisa tuh ludah bisa menjadi senjata mematikan..

Oiya, beda dengan perjalanan gw terdahulu, perjalanan dengan menggunakan bis ternyata banyak keperluan yang tidak terduga. Berikut beberapa tips untuk kalian yang ingin berpergian jarak jauh dan dalam waktu yang cukup panjang dengan menggunakan bis;

1.      Siapkan SALONPAS/ KOYO secukupnya. Digunakan untuk memplester pusar kita gar tidak cepat masuk angin/ mual. (secara AC di dalam bis perlahan akan menjadi sangat dingin dan berubah menjadi tidak sehat apabila dikonsumsi dalam waktu yang cukup lama)

2.      Siapkan jamu untuk Tolak Angin (jangan bawa jamu gendong ya guys.. cukup yang sachetan “orang pintar…). Pastinya berguna untuk mencegah masuk angin dikarenakan telat makan ataupun pengaruh AC.

3.      Obat2an sesuai dengan penyakit kalian, contoh kalo punya penyakit maag, siapin tuh obat maag. Kayu putih, counterpain, antimo, paramex dan lainnya yang bisa dibunakan untuk penyembuhan sementara.

4.      Siapkan makanan kecil/ cemilan. Dipergunakan apabila terjadi salah prediksi perihal waktu makan malem.. (kaya kita2 kemaren, masa makan malem jam 9 malem.. duh LAPERR..)

5.      Siapkan Bantal kecil untuk menyangga leher kita. Penting untuk mencegah sakit leher.

6.      Siapkan Tissue Kering + Basah, untuk buang air kecil.

7.      Siapkan uang Rp.1000-an yang lumayan banyak, karena hampir disetiap pemberhentian mentarifkan Rp. 1000 untuk buang air kecil dan Rp. 2000 untuk mandi.

8.      Siapkan tas kecil yang berisi handuk kecil serta peralatan mandi, berguna apabila pagi2 ingin gosok gigi atau cuci muka. Kita ga perlu ngorek2 tas atau buka2 bagasi untuk ngambil barang2 tersebut.

9.      Last but not least.. PARFUM guys.. ya syukur2 bisa mandi, tapi kalo ga, parfum is the best antidote.

Kamis pagi banget, kira-kira jam 7 pagi kita dah nyampe di bioskop wonosobo!! LHO…!! Eh, ternyata untuk mencapai Dieng itu harus menggunakan bus yang lebih kecil, jadi bus kita yang super gedaa.. harus ditinggalkan tepat di depan bisokop tersebut. Nah, disinilah kita bertemu dengan tour guide kita Yth Bapak Hengki, yang sangat baik hati dan sabar banget menjelaskan sejarah terbentuknya Dataran Tinggi Dieng.. meskipun ditengah perjalanan  gw sempat tertidur.. alamak ngantuk banget!!

Ditengah kegaduhan perut gw dan riuh celoteh anak2 dibelakang sana ternyata ada kabar baik menyapa.. kita mendapatkan sarapan!!

Setelah kenyang, Bapak Tour Guide yang baik hati membawa kita tour ke sekeliling candi bekas peninggalan kerajaan Hindu, kalau ga salah bangsa Sanjaya dan Kalingga deh..??!!

Sempet rada ga konsen karena.. bau TOKAI bo!! Duh maap TOKAI disini bukan merk korek api ya.. tapi beneran tokai dalam arti kata secara harafiah, yah kalo bahasa kerennya sih SHIT!! Melihat gelagat kita2 yang mulai rada aneh, akhirnya si Bapak tour guide yang baik hati itu menjelaskan bahwa semua tanaman disini menggunakan pupuk kompos.. Organic and stuff.. yang dapat diartikan: Hati2 kalo nginjek rumput…!!

Dari candi kita bergerak ke Kawah Patahan yang mengeluarkan Belerang!! Keren!! Sejenak gw perati’in letupannya kaya Lumpur Lapindo, cuma yang ini buatan Tuhan, bukan gara2 kebodohan manusia!!

Abis itu kita ke Dieng Plateau Theatre, intinya menceritakan tentang asal-usul Dataran tinggi Dieng, tapi mohon maaf ga bisa cerita banyak, soalnya ditengah pertunjukan gw “lagi-lagi” ketiduran!!

Setelah 30 menit nonton pertunjukan, si Bapak Tour Guide yang baik hati ngajakin kita tour ke Telaga Warna, Gua Semar dan beberapa gua lainnya. Konon katanya, salah satu dari Gua tersebut pernah digunakan oleh Bapak Bangsa kita alias presiden RI untuk bertapa. O iya pada malam tertentu kawasan ini bisa menjadi sangat ramai oleh orang2 yang ingin mengunjungi Gua baik untuk bertapa ataupun sekedar memberikan persembahan. Btw, dah gw sebutin blom, kalau Bapak Tour Guide kita yang baik hati berjalan menaiki gunung dan menuruni lembah dengan menggunakan BOOTS.. yup guys Cowboy from Wonosobo..!!

Akhirnya perjalanan kita di Dieng diakhiri dengan makan siang yang sangat nikmat. Sambel yang yahud, lalapan yang segar, ayam goreng yang laziz serta nasi putih hangat yang Mantap Kalee..

and then off we go to Jogjakarta.. the place where the story begins..!!

Comments (1)