Then Jogjakarta..
Sorry, nulisnya kindda step by step oo baby dot com neeh..! Anyway, we’re on our way to Jogjakarta. Selain antusiasme yang berlebihan pengen naek becak, hotel buat tidur juga merupakan hal yang sangat luar biasa.. secara ga bisa selonjor for the passed 2 days..
Sekitar jam 7.30pm kita nyampe di DIY Jogjakarta, berasa ada backsound neh.. gw ma anak2 jombloers dah planning buat jalan2 makan di Malioboro and sekaligus tebar pesona diikiiit..hehehe!
Mandi berasa surga, pengen lama2 cuman rasa sok petualang gw lebih parah. Setelah telpon sana-sini kita akhirnya berangkat. Rencananya sih pengen makan di tempat sodaranya temen gw "Perjuangan Hidup" and i’ve to tell u this.. our journey was a really perjuangan hidup.
Starts when we decided to take a becak and headed to malioboro. Thousands time I told the becak driver to go straight to Malioboro, then he started to make excuses and take us to places where only God knows where. The situation was dark and we really dont know the situation.. halaah. Practically we’re blind, then the becak driver took us to the Dagadu.. I repeatly spoke, we don’t want to go shopping, we just want to eat. He consistantly speaks "tenang bu, ntar juga temen2 nya ke mari". Dan dia BENAR.. ternyata tuh tukang becak telah berkonspirasi dengan sesama becak dan juga penjual baju. I hate to say this, cause it kindda harsh but its true.. the becakers are all PENIPU..!! Gila penipuan berskala internasional.
Setelah gw cuekin tuh kios, i ask the becak driver to go straight to Malioboro, though he keep saying that other places also offers the best menu in Jogja.. yeah "eat my a**". Ternyata nyampelah gw di Malioboro, langsung jalan ke tempat yang ingin gw tuju.. pada saat itu gw jalan bareng Marry, Ade, Ntin and Yuli + Husband. So practically we go as a group. The whole point of wisata kuliner adalah mencari makanan dengan tenang dan sepenuh hati, cuman itu enak dilakukan kalo kita sendiri ato dengan orang2 yang mempunyai ambisi yang sama dengan kita (halaaah.. ambisi "yo opo rek.."). Yuli + Husband dah craving for the food while "Perjuangan Hidup" masih di ujung sana.. akhirnya gw sacrifice my eagerness to eat at that place and went to the nearest ‘Lesehan’ instead.
Pertama kita order ayam -> kata penjual "Ga ada".. ya udah pesen Burung Dara ajah dah..nyum..!! Rada keras, cuman enak sih.. sambelnya juga lumayan. Cuman setelah gw take a good look ke sebelah2 gw, kok pada makan Ayam..lha katanya ga ada.. What!! Ternyata ini kota penuh dengan persekongkolan ya.. mentang2 kita ga ada yang bisa bahasa jawa langsung ditipu mentah2 ampe2 gw bayar makanan Rp. 22.000,- (include 10% tax). Ga konsen ke harga sih (you know i’m well afford) tapi caranya yang kaya a**hole.
We decided to go straight home. Me still hanging with the same becak, while ade and Ntin search for the new one. The first becak decided to break the contract. (soalnya mereka sempet agree to be paid Rp. 10.000 return, Hotel - Malioboro - Hotel). Nah setelah mendapatkan becak baru, kita suru tuh becak ngikutin becak kita. Tapi ternyata ditengah jalan mereka menghilang.. dan itu semua trick murahan yang dijalankan oleh si tukang becak untuk mendapatkan extra money.. could you believe it.. so much for the Jogja City.. duh pak sultan tolong di urus dunks..!!
The next morning, the schedule will be Parangtritis and Borobudur. Early morning dah bangun and mau start sarapan. Ada missed information, katanya sarapan jam 7.30am, tapi ternyata berangkat jam 7.30am. Gw dan anak2 dah mesen mie.. duh.. pengennya sih dibawa ke Bus, cuman ga dikasi sama petugas hotel.. (duh emang mau dibawa pulang apa tuh mangkok..). Dah sebel ga ketulungan, kita minta tuh Tukang Hotel untuk bawain mie kita ke kamar.. and we paid the bill.
Laper emang bikin mood ga enak, bawa’annya mau marah aja (sekarang gw tau knapa HULK bisa berubah). Aniwe, untung kita mau ke pantai, ga papa deh.. pantai gitu lho. Tapi ternyata apa yang gw temui..ZERO alias Ga ada apa2 alias kosong. Yang ada hanya reruntuhan gubuk2 dan pasir hitam legam. Daerah sekitar juga amat ga keurus.. duh i feel so sorry buat nih pantai. Bener2 ga seperti apa yang diliat di tipi and gave up my Rp. 8.800,- noodle for this.
Hush, kerasa egois banget ya mikirin perut mulu, cuman emang begitu keadaannya. Kaya the lost city, dan kebetulan ombak emang lagi pasang jadi.. what a view.. parah!
Bos gw finally decided to go back to the hotel untuk siap2 check out jam 12.00pm nanti dan setelah itu acara diteruskan ke malioboro dan bakpia patuk 75.. biasalah acara BELANJA!
Gw nongkrong sambil makan mie di kolem renang, sambil mikirin tentang penipuan2 yang kita alami semalem.. dan berharap mudah2an ga ke ulang. Rasanya pengen lebih lama di Jogjakarta, rada curious sama sindikat becak tapi ya udahlah.. maybe next time i’ll concouer this so called city!
Berangkat ke borobudur berasa lama, mata dah sepet banget. Hujan mengguyur sebagian Jogja dan itu sekaligus membantu mata gw buat nutup lebih rapet lagi.. duh mimpi makan es krim!! Teeet, dah nyampe.. BOROBUDUR. Tiket kereta kita beli dengan harga Rp. 3.000,- dan itu yang mengantar kita masuk ke pelataran Borobudur. Naik2 ke puncak borobudur ternyata keren.. banyak bule (eits pemandangannya juga kok hehehe). Teteup semangat poto2 dan setelah puas kita turun.
Ternyata jalan turun tidak sama dengan jalan kita naik. Well secara tuh tanda dah di printed dengan sangat baik akhirnya kita ikuti itu jalan. Sampe pada saat ketika bertemu dengan papan tanda "KELUAR/ EXIT". Sempet wondering kok pintu keluarnya kayanya beda ya, lebih sempit tapi ya udahlah. Mau tau apa yang gw temui dibalik pintu keluar itu?? PASAR! Yeah ladies and gentleman.. sebuah pasar yang menyerupai labirin.. kaya ga ada ending nya. Tjapek banget..muter sana, muter sini dan ga abis2. Setelah kita keluar ternyata itu belum sepenuhnya keluar, kita harus meneruskan setengah perjalanan kita ke pintu keluar yang SEBENARNYA. Bisa dibayangin gimana keselnya gw. GOD.. even tempat wisata penuh dengan cheap trick. Dengan kata lain kita "DI PAKSA" untuk muterin tuh pasar dimana sebenarnya hal itu "GA PERLU".
So much with Jogjakarta, i had enough. The people not so friendly, i even can say a lil’ rough not mentioning the conspiracy theory that they’ve well develope. Congrats.. u have succeded to make me sick!
Deeply apologize for my outspoken words.. but i just trying to tell my story nothing else. Hope no one was being injured hehehe..
Then off we go to the lovely Green Canyon!!