Archive forAugust, 2006

Suplemen Jiwa

Tiba tiba aku menemukan sebuah buku tulis. Buku itu kosong. Sekilas tampak biasa namun ada perasaan rindu untuk berbicara tanpa ada sela.

Tidak seperti biasanya aku menggunakan bahasa “ibu”. Aku lebih memilih dan merasa nyaman ketika menggunakan bahasa asing.

Kadang aku merasa mempunyai masalah dalam berbicara. Entah apakah terlalu banyak sehingga inti dari berbicara jarang aku dapat. Sulit rasanya untuk mengatakan sesuatu secara benar. Dalam arti kata sesuai dengan apa yang kita pikirkan atau rasakan. Banyak perandai-andaian, banyak ungkapan dan banyak kiasan.

Sempat terpikir, buat apa berbicara jika tidak ada yang mengerti bahasa ku, buat apa mengungkapkan rasaku jika tidak ada yang memahami ku. Kadang lelah menerpa ketika aku harus berbicara, lagi, lagi dan lagi.

Di bangku sekolah menengah, aku sering menorehkan sekelumit perjalanan hidupku, pengalaman ku dan kebiasaan itu berlanjut sampai aku melanjutkan ke bangku perkuliahan.

Ketika kata sudah mulai usang, aku mulai membuat bentuk. Aku senang, aku merasa kecepatan tanganku tidak bisa mengimbangi kemauan otakku dalam menulis. Aku menggambarkan perasaan ku.

Lalu tiba suatu saat ketika aku merasa lelah, kesepian dan tidak nyaman dengan kehidupanku. Aku mulai berhenti menulis, aku tidak lagi menggambar. aku benar-benar berhenti.

Aku mulai bosan dengan buku-buku, baik itu sastra sampai komik ringan yang aku beli dengan setengah ngotot hanya untuk mendapatkan harga yang murah. Aku bahkan sudah mulai malas untuk mendatangi bursa buku murah yang merupakan tempat favoritku semasa dulu. Aku benar-benar hilang.

Aku mulai membeli buku secara komersial, suatu kewajiban, dan hanya untuk memenuhi rasa gengsiku akan sebuah sumber pengetahuan. Aku bahkan tidak menyetuhnya. aku tidak mempunyai keinginan untuk menyentuhnya.

Ketika aku merasa bahwa buku adalah suatu beban untuk dibaca, suatu tanggung jawab untuk dimengerti dan sebuah rasa untuk mengabdikannya. Disitulah permulaan kematian jiwa ku, perlahan menguap dan menjadi hilang.

Sampai suatu ketika saat aku melihat film berjudul GIE. Sangat sederhana, dan menyentuh.

Aku tidak akan berbicara masalah politik, pemberontakan atau rusaknya Negara ini, namun aku hanya ingin berbicara makna sebuah rasionalisme, logika serta ketulusan hati dari sebuah tulisan.

Aku aku menikmati bagaimana dia menulis, bagaimana dia membaca dan bagaimana dia mengambil kutipan seadanya lalu kemudian di kembangkan dengan pemikirannya.

Aku mulai mengerti bahwa buku merupakan suplemen bagi jiwa, sebuah rasa dan kenangan atas suatu masa. Buku pun kini aku sebut sebagai bantuan jiwa, sebuah mediator bagi rasa untuk menikmati, naluri untuk bertindak serta otak untuk berpikir.

Tidak selalu diam itu salah dan berbicara itu benar. Keduanya melelahkan, keduanya menyakitkan. Yang dapat aku lakukan adalah berusaha untuk mencari tahu kapan harus diam dan kapan aku harus berbicara.

Saat ini aku merasa sedikit lepas. Ternyata semangat kemerdekaan melintasiku. Bahkan membangunkan saraf otakku.

Aku merasa menang, otakku kembali bekerja dengan semestinya. Dan aku berharap tulisan ku bisa menjadi sebuah awal dari kebangkitan jiwaku

Comments

Teori Mashlow

Rasanya baru kemarin aku hangout bareng anak-anak kampus. Nongkrong di Senayan, liat buku-buku murah, nongkrong di kwitang nyari buku bajakan. Pokoknya anything yang sifatnya murah. Jaman dulu, kita-kita bisa berantem sama kernet bus gara-gara uang lima ratus rupiah.. duh, kalo dinget-inget. Kayanya berat banget ngasi tuh kernet bus uang lebih, merasa dia ga adil ajah gitu.. masa mahasiswa ditagih ongkos pekerja.
Hidup terasa ringan, ga ada yang namanya kebutuhan mendadak.. walaupun pada saat itu keinginan untuk memiliki barang tidak tertahankan, namun ga tau kenapa hal itu ga menjadi masalah.
Sekarang kehidupan serba susah, bukan hanya masalah uang, atau hal-hal yang bersifat materi, namun harga diri kadang menjadi taruhan. Bisa dibayangkan, kalo anak2 SMA sekarang bisa memiliki gadget yang lenih hebat dari para pekerja yang jelas-jelas mendedikasikan hidup mereka untuk bekerja. Lho kok bisa-bisanya dikalahin sama anak SMA yang kerjaannya ga ada alias.. pelajar.
Tapi jaman dah berubah, kita-kita yang pernah hidup dijaman dulu harus bisa mengikutinya, kalo enggal bakalan ketinggalan aja gitu. Jaman dimana sama sekali ga masalah kalo ga punya uang, jaman dimana ga masalah sekali kalo ga punya HP, jaman dimana ABG masih menjalankan tugas mereka sebagai pelajar bukannya pelacur. Keadaan yang memaksa, hal itu lah yang seringkali diucapkan. Tapi benarkah itu? Bukankah kita sendiri yang menciptakan keadaan seperti itu.. yah teori mashlow ternyata memang benar.. ada yang namanya aktualisai diri.. selamat menikmati lah.

Comments (1)

A lesson in grateful

Tn_om_gif
Finally.. i gained my self a Bachelor degree!! Words cannot express how i feel, its just too much..
Behind the glorious feelings, there’s a slight disappointed in me, caused by so much “what if” in my head..
What if i didnt failed answering the question, what if i study more harder, what if .. what if.. suddenly the word blocked my mounth to say THANK U GOD, THANK U FOR YOUR GRACE, FOR ALL THE BLESSING.. i even dare to the say, SH*T i can’t believe this!! All the things that i’ve done.. i don’t deserve this!! Seems to me that day my faith fade out.. I trully disappointed!!!

For a moment, i felt all my efforts are useless!! My felling is simply flat.. there are so much going on in my head.. can’t believe what have just happened!! My friends salute me, congrate me, all the kisses and hugs.. but not a single word came out from my mouth!! Just a smile of bitterness shown from my face..
But thanked God, i have a great mom, by the time i called her, she knocks me out from my unconciousness.. she gave a simple words but comfort me, she even gave me a simple flash back to my journey, look back all the things that i have achieved, all the things God had sent me then she makes me realise how selfish i am, ungrateful i am.. and also how stoopid I am!!

My grades aren’t that bad, its great actually.. (hehehe.. narcis abizz), I’m proud of my self.. “I Have finally gained my degree”, i’m free..

That day makes me realise that somehow little things are easily to forget.. When the BiG things came out, it might feels like a miracle or a great disaster instead!! Actually sh*ts & Joy happens everyday, but with a different scale!!
Now, just a word of wisdom from me..”while you are still have the chance to breathe.. save your last breath to say THANK U.. not just to the all mighty GOD, but also to all the people around u.. caused u might be here today but maybe not tomorrow”.

Comments