Archive forJune, 2006

Info: SMS 1717

Jika meragukan keabsahan surat-surat kendaraan yang akan anda beli, atau penasaran dengan status kendaraan anda? Cukup kirimkan SMS ke nomor 1717 dengan format: Metro (spasi) (Nomor polisi kendaraan yang akan diperiksa). Dalam waktu singkat anda akan menerima SMS balasan berisi informasi tentang jenis, warna, tahun pembuatan, bahkan batas waktu pajak kendaraan yang harus dilunasi.
Anda juga dapat mengetahui apakah kendaraan itu masuk dalam daftar pencarian oleh pihak yang berwajib.
Ps. SMS ini baru berlaku di wilayah hukum Polda Metro Jaya yaaa…

-Reader’s Digest : edisi Maret 2006-

Comments

AUM & SWASTIKA

OM or AUM us the supreme and most sacred syllable, consisting in Sanskrit of the three sounds (a), (u), and (m), representing various fundamental triads and believed to be the spoken essence of the universe. It is uttered as a mantra and in affirmations and blessings.

The word SWASTIKA is derived from the Sanskrit svastika, meaning any lucky or auspicious object,
The swastika is the holiest non-syllabic symbol in Hinduism. By extension Jainism and Buddhism also use this symbol. In the West, however, it is generally recognised as the badge of the Nazi movement.

-kd-

Comments

Vitamin-vitamin untuk jiwa: Gede Prama

Pertama kali mendengar buku dengan judul Chicken Soup for the Soul, tidak ada satupun kesan khusus yang membuat saya tertarik dengan buku ini. Namun, begitu menemukan ada banyak sekali penulis, pembicara dan konsultan kejiwaan yang mengutip buku ini, saya coba untuk membaca buku ini secara cepat di toko buku. Eh, malah tertarik dan keterusan sehingga membeli seluruh seri buku ini. Ada banyak cerita dan pengalaman menarik, ditulis oleh banyak sekali manusia yang mau berbagi pengalaman kehidupan. Sungguh, disamping gaya bertuturnya yang tidak menggurui, buku ini banyak memberi vitamin terhadap jiwa saya. Ada sebuah cerita yang mengendap terus di benak saya sampai sekarang. Seorang anak yang merasa memberi terlalu sedikit untuk sang Ibu selama hidup, suatu hari datang ke panti jompo tempat sang Ibu dititipkan untuk pertama kalinya. Menyadari bahwa salah satu kesenangan Ibu ini adalah memakan es krim, maka dibawa sertalah beberapa es krim. Karena umur yang demikian tua, Ibu terakhir sudah tidak mengenali siapa-siapa. Kendati diajak bicara dengan suara keras sekalipun, ia tidak akan dengar. Sesampai di panti jompo, sang anak memperkenalkan dirinya bahwa ia adalah puteri bungsunya. Sebagaimana jawaban ke setiap orang yang datang, Ibu ini hanya bisa menjawab tersenyum. Ketika es krim diletakkan ke tangan sang Ibu, langsung saja ia memakannya penuh kenikmatan. "Senang sekali rasanya melihat Ibu enak memakan es krim pemberianku", demikian anak ini menulis. Beberapa menit setelah es krim ini habis, sang Ibu menoleh ke anaknya sambil berucap lirih: "Betapa nikmatnya hidup ini jika saya memiliki seorang puteri sebaik Anda". Dengan air mata yang tidak bisa ditahan, pemberi es krim tadi pergi ke toilet sambil menangis. Dan yang membuat cerita ini mengharukan, sesaat setelah kembali dari toilet sang Ibu sudah menghembuskan nafasnya yang terakhir. Cerita riil ini, sangat menggugah jiwa saya. Dengan penuh rasa syukur pada Tuhan, saya sangat beruntung membaca kisah ini tatkala Ibu kandung dan Ibu mertua masih hidup dan bisa mengenali anaknya. Sebagai manusia biasa, kedua Ibu yang amat berharga bagi saya ini, memang mempunyai banyak kekurangan. Salah satunya malah buta huruf seumur hidup. Namun, setelah membaca cerita di atas, saya berjanji dengan diri sendiri untuk memberikan sebanyak mungkin yang saya punya, kepada dua orang Ibu ini. Saya tidak tahu, apakah jiwa Anda tergugah atau tidak dengan cerita di atas. Akan tetapi, sebagaimana tubuh fisik kita, yang membutuhkan sejumlah vitamin agar bisa hidup sehat, jiwa kita juga saya kira membutuhkan vitamin dalam wujud yang lain. Buku harian saya sebagai konsultan manajemen SDM, mencatat beberapa hal yang mungkin bisa berguna bagi Anda. Pertama, ada beberapa tempat dan kejadian dalam kehidupan yang bisa memberi vitamin pada jiwa. Tempat pertama adalah rumah sakit. Di rumah yang sebenarnya tidak sehat ini, sering saya bertemu dengan orang-orang dengan beban kehidupan yang amat berat. Setiap kali mau makan makanan enak, meminum minuman lezat, atau mengumbar banyak nafsu, memori saya tentang rumah sakit bisa menjadi rem yang amat pakem. Tempat kedua yang sama pentingnya adalah kuburan. Setiap kali lewat di tempat peristirahatan terakhir ini, saya diingatkan bahwa setiap orang akan terbaring tanpa daya di situ. Ini juga rem kejiwaan yang amat pakem. Terutama karena diingatkan akan "tabungan akhirat" saya yang masih perlu ditambah. Disamping tempat, ada dua kejadian yang bisa memberi vitamin lumayan pada jiwa yakni kematian dan kesulitan hidup. Kematian siapapun, sebagaimana kita rasakan, memberi refleksi ke yang masih hidup, bahwa manusia semuanya akan tamat riwayatnya. Stephen Covey pernah memberikan pertanyaan yang amat menggugah di sini: "Anda mau dikenang sebagai manusia macam apa?" Sama mujarabnya dengan kematian, kesulitan-kesulitan hidup sebenarnya juga sejenis vitamin jiwa. Saya pernah mengalami jiwa yang amat tersiksa ketika tinggal numpang di rumah saudara. Perlakuan anaknya yang demikian kasar, membuat saya bertekad agar kejadian yang sama tidak terulang di rumah saya oleh siapapun kelak. Kedua, ada sejumlah organ dalam tubuh kita yang sebaiknya dibuka agar vitamin jiwa bisa masuk. Ken Blanchard dalam jurnal Personal Excellence edisi Juli 1998 menulis: "A Person’s mind is like a parachute: unless it is open, it doesn’t function." (Benak manusia seperti parasut: hanya berfungsi jika terbuka). Kepala, telinga, perhatian dan mata sebagian dari unsur- unsur mind adalah kumpulan organ yang sebaiknya dibuka buat orang dan ide lain. Manusia-manusia yang mind-nya tertutup, tidak saja egois, miskin teman dan mudah stres, namun mumngkin sekali memiliki jiwa yang kering. Ketiga, seorang wanita yang amat berpengaruh dalam kehidupan saya, mengajarkan untuk banyak memaafkan dan memberi tanpa meminta imbalan. Harus saya akui, belum sempurna memang. Akan tetapi, ada banyak sekali species stres yang lenyap dari kehidupan saya begitu sesaat sebelum tidur memaafkan siapa saja yang pernah salah, dan belajar mengingat yang baik-baik saja dari setiap orang. Saya memang masih jauh dari sempurna. Wika puteri saya bahkan sering mengritik saya. Tetapi, sebagaimana tubuh yang membutuhkan vitamin setiap hari, bukankah jiwa kita juga memerlukannya?

Comments

Bihun & Indomie

Bihun sangat iri hati terhadap Indomie.
Setiap kali bertemu di supermarket mereka tidak
pernah bertegur sapa,
bahkan Bihun sering mengolok-olok Indomie di depan
umum, “Dasar kribo jelek hiiih,
mentang-mentang kuning & gemuk aja
orang-orang lebih suka sama dia,
nggak tau malu.”

Hari-hari berlalu dengan semakin menumpuknya rasa
kebencian.
Indomie tetap adem ayem, tidak peduli Bihun mau bilang apa.
Pikir Indomie,”Kafilah menggonggong, gue berlalu aah…”
Suatu hari di supermarket muncul barang baru bernama Spaghetti.
Saking tidak kuat menahan emosi, Bihun berlari dari raknya
dan memukuli kepala Spaghetti sambil berteriak,
“Jangan kira gue enggak ngenalin elu ya!!
Meskipun di-bonding begitu, gue tetep tau elu si kribo jelek itu !!!”

Ps: Jika ada kesamaan nama pada tokoh cerita, itu hanya kebetulan belaka

Comments

The Will

Ga tau kenapa.. tiap abis nonton pasti deh pengen bikin resume ato tulisan yang secara ga langsung me-refleksikan hidup gw.. maksudnya… I’m soo in to that movie.. or more similar with that.
Anyway.. I have just watch “My Best Friend Wedding”, and its suddenly wake me up.. well I hope, will wake everybody up. There a line that simply jump me.. “if you love some one, you’ve got to say it.. or you will loose that moment for the rest of your life, and things wont be the same again..” (ehm… the last line was mine actually.. ;p)
It proves that everyone should start to show their feelings.. instead of hiding it.. it may caused you a lot of damages. Like me for example.. i’ve got to admit that I’m very chicken shit person that truly need some private lesson..
I got too carried away with my thoughts and somehow it blocks my way of loving.. I’m not blaming anyone.. or any coincidence but.. as kinda believe that every good will end up having a good deed. So basically I’m doing this not only for my family sake.. but also to my self and my future. So help me GOD.
In the mean time.. a lot of man come and go.. there are times that soo many wicked thoughts strike my head and just waiting to be set out.. but then again.. my consciousness beats everything.. but I felt a misery.. deep.. well sometimes, not every time..just thingking I have just lost my love and also the one who loved me.. but then again …naaaaa.. too romantic..
I came up with putting my faith way up high and just do the best for my life cause i truly think that “GOD can explain..” (quote: Splender).

-kd-

Comments